Kamis, 18 Desember 2014

Tak hanya Berdoa, Bagi Alzuabi Haji adalah Silaturahim

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH – Bagi Nooruldeen Alzuabi, ibadah haji adalah ritual yang ‘memaksa’ seseorang untuk terus berbuat baik. Remaja 14 tahun yang berkesempatan melakukan ibadah haji tahun ini mengungkapkan tak ada hal lain yang bisa dilakukan saat menunggu kecuali membaca Alquran, berdoa dan dzikir. Alzuabi paling menikmati saat-saat wukuf di Arafah sejak siang hari sampai matahari terbenam. “Saya meminta pada Allah agar semua dosa kami dihapuskan.


Aku juga meminta pada Allah untuk memberikan saya ranking yang bagus di sekolah, menjadikan aku yang pertama datang ke sekolah, serta memberikan surga bagiku dan keluarga,” katanya. Ia juga berharap setelah pulang haji bisa lebih mematuhi orang tua, mendengarkan sarannya dan banyak membantu. Walaupun masih muda, baginya melakukan thawaf merupakan bagian yang paling sulit saat melakukan ibadah haji. “Jujur, saya takut ketika melihat begitu banyak orang mengisi tanah marmer putih sekitar Ka’bah,” kata siswa kelas IX ini.


sizematter.blogspot.com

Ia khawatir jika ada orang yang tiba-tiba mendorong tanpa alasan. Ia disarankan untuk berjalan dengan jarak yang lebih jauh dari Ka’bah tapi hal itu membuatnya harus berjalan lebih lama. “Beruntung saat sudah thawaf yang ketujuh, seseorang menarik saya dari kerumunan,” ujar pelajar di sekolah Dar Al-Dhikr, Jeddah ini. Ibadah haji menurutnya juga ajang silaturahim.


Setelah haji selesai, ia bertukar nomor telepon, alamat dan email dengan keawan-kawan rombongannya yang kebanyakan berusia tak lagi muda. “Saat dalam perjalanan di bus, mereka sering berbagi lelucon, berbagi kue dan cokelat. Pemimpin rombongan akan membacakan doa yang menyentuh bagi kami. Jika tahun depan aku berangkat haji lagi, aku sangat ingin bisa pergi dengan mereka lagi,” katanya. Redaktur: Chairul Akhmad Reporter: Dwi Murdaningsih Sumber: Saudigazette


Read more : thisniceworld.blogspot.com



Tak hanya Berdoa, Bagi Alzuabi Haji adalah Silaturahim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar